Di mana ada demand di situ ada suplai. Seperti itulah yang terjadi pada kawasan Bisnis di wilayah Hotel Indonesia. Beberapa pihak memanfaatkan lahan untuk penitipan motor. | Selama musim penghujan, motor kumuh sudah biasa. Namun bukan berarti kita tidak peduli terhadap kebersihan motor yang dipakai harian. Semakin lama menahan untuk tidak dicuci alias dibersihkan, kotoran yang menempel bahkan bisa membuat bagian tertentu berkarat. | Penghargaan Gold winner di kategori The Best of Special Interst Tabloid 2013 untuk Motorplus dan di berikan langsung oleh Elwin Siregar selaku Director Group of Magazine kepada Sapta N. pangestu selaku Graphic Designer tabloid Motorplus. Dan majalah Bikers mendapatkan Silver winner sebagai The Best of Special Interest Local Magazine 2013 dan diterima langsung oleh Ullie Gumilar selaku Redaktur Desain Grafis. Acara simbolis ini dilakukan di Gedung Kompas Gramedia Group of Magazine di jalan panjang 8A, dikarenakan tidak semua perwakilan redaksi bisa hadir di Manado memenuhi undangan Serikat Perusahaan Pers (SPS) selaku penyelenggara IPMA 2013. |Jika sebelumnya, setelah lolos ujian praktik SIM, pemohon keluar lapangan untuk segera ujian praktik. Kini, dengan adanya Simulator SIM, pemohon hanya perlu ujian secara virtual. TIdak perlu berpanas-panas.|Motor bukan saja sebagai alat transportasi. Tapi sudah menjadi bagian produksi pemiliknya. Sehingga digunakan untuk mengangkut barang. Tidak heran di beberapa lokasi kita sering melihat pengendara membawa barang yang overload alias berlebih. | Setelah sebelumnya Poltabes Surabaya, Jawa Timur, kini Polda Metro Jaya memberlakukan SIM D untuk difabel. Layanan khusus ini diberikan Satpas SIM Daan Mogot dalam bentuk ruang khusus pelayanan bagi pengendara penyandang cacat.

Share This Blog

Bookmark and Share Bookmark and Share

Hit Counter

Counter Powered by  RedCounter Submit Your Site To The Web's top 50 search engines for free! Yuk.Ngeblog.web.id warung kopiku

Search Engine Optimization and SEO Tools
Lirik Lagu Indonesia Terbaru

Search Engine Optimization

Parent Link

counter
counter

Blogup

Advertise


Pusat Download Gratis

Masukkan Code ini K1-E17866-3
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

CIMB Indonesia

Arsip Blog

Online Visitor

Page View

Tampilkan postingan dengan label Yamaha Mio. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yamaha Mio. Tampilkan semua postingan

Kaki E-Treem, Kena Tembak?

Written By pijar mentariku on Minggu, 17 Juni 2012 | 13.50.00


YAMAHA MIO 2009 DENPASAR






Saat datang di arena Yamaha Cuzztomatic 3 region 2 Jogja, Mio ini langsung mencuri perhatian. Meski bodi simpel tapi sudah nyaris telanjang. Kaki depan juga unik. Sok depan sebelah! Tentu bukan kena tembak! 

Membuat tampilan seperti itu tentu tidak gampang. Perlu riset dan hitungan pas sebelum diterapkan. Semata karena motor ini masih tetap dipakai harian. "Dipakai anak saya ke sekolah lho," buka Subagyo dari B Custom, pemilik sekaligus modifikatornya.

Langkah pertama untuk membuatnya dengan memilih material besi yang pas sebagai pegangan dan dudukan sok tunggal tadi. "Menggunakan pipa dengan tebal 5 mm dan lebar 5 cm untuk suspensi depan ini," ceritanya tentang desain yang terinspirasi Italjet Dragster ini.

Desainnya murni mengikuti skuter Italia tadi. "Tapi, agar tampak rapi, pelat besi tadi dibungkus pelat baru lagi dan didempul serta dicat rapi," lanjut pemilik bengkel dari Jl. Pulau Bungin No. 10, Denpasar ini.

Biar gampang, pelek tetap menggunakan asli Mio. Tapi, tentu untuk urusan as roda harus dibuat ulang. "Dibuat di tukang bubut yang ukurannya sedikit lebih besar dibandingkan aslinya supaya kuat," ungkap ayah dua anak ini.

Sementara itu untuk sok belakangjuga ada perubahan. "Kalau sumbu roda masih standar kok, enggak tergoda mundurin karena konsepnya racing look. Jika pakai undur-undur kayaknya sudah enggak pas dengan konsep tadi," kata modifikator asal Jawa Timur yang belum lama pindah ke Bali ini.

Posisi sok yang tetap tunggal ini sekarang tidak lagi di pinggir sebagaimana layaknya Mio. Tapi, sudah pindah ke tengah. "Menggunakan sok bekas Suzuki RG-R, kebetulan itu yang pas ukurannya," tambah Bagyo.

Untuk pegangan bawah sok dibuat dari pipa diameter 1 inci yang kemudian dibautkan ke cover CVT. Pegangan baru itu juga berfungsi sebagai tempat melekatnya sepatbor belakang. "Dengan begitu, motor tetap terlihat rapi sekaligus simpel. Karena memang tidak terlalu banyak braket atau pegangan," tunjuk Bagyo




Bodi Minimalis
Untuk urusan bodi, Bagyo enggak mau yang macam-macam. "Tampilan depan cukup andalkan punya Mio Soul yang dicustom ulang," ungkap bapak yang sempat hadir beberapa kali di Kemon, riungan akbar komunitas motor yang masih tetap ditunggu-tunggu.

Bagyo sepertinya naksir berat bentuk lampu depan Soul yang memang menarik. Banyak modifikator sudah mengaplikasi lampu itu di berbagai motor.

Sementara bodi belakang dibuatkan desain baru yang berkesan racing. "Bentuknya dirancang sendiri menggunakan pelat galvanis sebagai bahan," tambah pria 41 tahun ini. Supaya nungging, rangka belakang dirombak.
 

"Masih aslinya, tapi sedikit dicoak terus ditekuk ke atas," sebut modifkator ramah ini penuh percaya diri. Dengan bentuk seperti itu, Bagyo sukses jadi juara 1 untuk kelas automatic racing look di Cuzztomatic 3, Jogja.
 (motorplus-online.com) 




Data Modifikasi

Ban depan : Deli Tire 100/70-14
Ban belakang : Deli 120/70-14
Sok depan : YSS Custom
Knalpot : Custom
Setang : Custom
B Custom : 0813-5327-8694

waroengkopikoe
13.50.00 | 0 komentar | Read More

Bicara Lewat Hot Rod

Written By pijar mentariku on Kamis, 05 April 2012 | 17.41.00


Yamaha Mio2009 (Samarinda)







Memiliki tiga franchise workshop, tentu harus punya sesuatu yang bisa bikin eye catching. Seperti H. Anwar Mahmud yang langsung meminta F-16 Motor mengubah Yamaha Mio 2009 ini agar bisa jadi maskot bengkelnya.

“Pak Anwar mengambil tiga franchise dari kami (Samarinda, Palu dan Balikpapan; Red). Tapi, kami juga dikasih tantangan membuat motor dengan konsep dari film layar lebar,” ungkap Willy Dreeskandar selaku owner F-16 Motor di Jl. Ciledug Raya No. F16, Tangerang, Banten.

Film yang dipilih pun, sebenarnya tidak terlalu berhubungan dengan motor. Yaitu, Men In Black dan Fast & Furious 5. Akhirnya, dipilih ikon tertentu di film itu. Hot Rod! Seperti muscle car khas Amrik yang dipacu Vin Diesel.

"Di Fast 5 mobilnya kan bertema hot rod, mesinnya ber-cc gede dan nongol dari kap mesin. Nah, konsep ini diterapkan di mesin Mio,” kata pria ramah berkacamata itu. Maka engine Mio dibuat jadi center of attention alias pusat perhatian.

Pakai pelat besi tebal 2cm, CVT dibuat lebih panjang 10cm. Tapi biar lebih menarik lagi, sambungan tadi dimanfaatkan sebagai kanvas nuansa airbrush lewat tulisan Fast n Furious. Lalu, cover CVT sengaja dibuat bolong-bolong agar terlihat jeroan yang rapi. Bahkan, hingga diberi ragam kelir cat, krom hingga lampu LED. Macam engine mobil kontes aja.



Nuansa hot rod juga dipancarkan dari pemakaian pipa besi layaknya roll bar di mobil. Tapi di Mio ini, pipa dipasang mengelilingi CVT. “Selain itu, juga berfungsi memperkuat konstruksi mesin yang dipanjangkan,” jelas Willy.

Kesan eye catching di CVT juga didukung pemakaian swing arm di sisi kanan. Belum lagi pelek lebar 7 inci berdiameter 17 inci dan berjari-jari besar. Makin tak ubahnya pelek mobil yang diaplikasi besutan hot rod tuh! Sedang roda depan, pakai diameter 14 inci. Nungging deh!

Setelah jadi, tak sia-sia pula hasil didapat. Mio Soul ini keluar sebagai juara I di Yamaha Cuzztomatic 4 Region 3 beberapa waktu lalu. Tentu di kelas automatic low rider/hot rod.
 

Congratz, Jack!   
 (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan         :  Swallow 140/70-14
Ban belakang    : Battlax 200/50-17
Cakram depan   : Kitaco
Silinder Blok      : Kawahara Racing
F-16 Motor          : (021) 734-46678      
Penulis : Eka | Teks Editor : Nurfil | Foto : Herry AXL


waroengkopikoe
17.41.00 | 0 komentar | Read More

Chopper Anak Buat Contezt

Written By pijar mentariku on Rabu, 25 Januari 2012 | 10.49.00



Yamaha
 Mio Sporty 2008 (Tangerang)






Cinta orang tua kepada anak, diperlihatkan Biing dengan memodifikasi Yamaha Mio Sporty miliknya. Setelah jadi, anaknya yang bernama Davin T. Maker, malah meminta sang ayah untuk menurunkan skubek itu di ajang contezt Yamaha Cuzztomatic 4 Region 3, di Bandung, Jawa Barat (30/10).

Hasilnya, tak sia-sia. Skubek bergaya chopper ini, berhasil meraih juara 3 di kelas Automatic X-Treme MEFRIK. “Awalnya hanya sebatas bikin untuk anak. Tapi, enggak sangka juga kalau bisa dapat juara. Anak saya, Davin, jadi lebih bangga,” ungkap pria yang tinggal di Perumahan Modern Land, Tangerang.

Dalam proses pembuatannya, Biing tidak sendiri. Dia membutuhkan jasa beberapa teman. Salah satunya Harry yang juga pemilik workshop Harry Matic dari Jl. Ciputat Raya, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Demi mengejar gaya chopper, sasis bawaan Mio tak lagi terpakai. Biing lebih pilih bikin rangka baru dari pipa baja diameter 2 inci. “Terutama untuk bagian tengah dan yang menopang jok juga sok,” kata pria yang ogah disebut modifikator karena yang dilakukannya sebatas hobi.


Sedang untuk sudut rake, ditentukan bersama Harry. “DIbikin jadi 45º. Soalnya untuk bisa mengejar posisi sokbreker agar sedikit lebih landai dan panjang ke depan,” timpal Harry yang pernah bikin modifikasi bergaya chopy cub.




Tangki, dibikin ulang dari besi pelat 1,2mm. Biing sendiri bilang tidak ada gaya khusus. Hanya ikuti desain sasis dan model keseluruhan aja. Sama seperti saluran buang yang didesain mengikuti lingkar roda belakang. Begitu juga bahan jok. Dibuat dari pelat berukuran sama.

Kasih ayah dong nih!
Penyesuaian Demi Anak
Karena untuk anaknya yang masih berusia 13 tahun, posisi riding mengalami penyesuain beberapa bagian. Yaitu, raiser setang panjang ke belakang dan jok terlalu dekat tangki juga posisinya agak turun. Kalau joknya sejajar, mungkin akan lebih menarik lagi!


Begitunya soal urusan redam kejut kala berkendara, bagian depan sudah ditopang upside down variasi biar terlihat lebih kekar. Sedang bagian belakang, sudah aplikasi monosok Yamaha Jupiter MX 135LC.  (motorplus-online.com)


DATA MODIFIKASI
Ban depan    : IRC 90/90-18
Ban belakang    : Swallow 160/60-14
Handel rem    : Ride IT
Cakram    : PSM
Biing    :             (021) 8543-9897
      
Penulis : Eka | Teks Editor : Nurfil | Foto : Herry AXL

waroengkopikoe
10.49.00 | 0 komentar | Read More

Spesial Buat Contezt

Written By pijar mentariku on Rabu, 30 November 2011 | 08.20.00


YAMAHAMio 2007 (PURWOREJO)






Wibowo Hasto, punggawa Utomo Motor (UM), Purworejo bukan orang baru dalam dunia modifikasi di seputaran Jawa Tengah. Torehan karyanya selalu layak mendapat apresiasi. Buktinya garapannya langganan rangking atas dalam setiap contezt di regional sana. Sekarang, giliran Yamaha Mio milik istrinya yang dijadikan ‘korban’.

"Konsepnya mengacu pada bentuk racing look. Contohnya pada pola bodi yang banyak memakai bentuk lancip dan pipih, juga pada bentuk lampu depan dan komponen lain," paparnya.

Tema racing look nongol pada desain lampu depan yang lancip bin sipit. Ini bukan lampu varisi lho, tapi reflektor lampu depan orisinal yang disulap dengan material fiberglass. Bentuk lampu asli yang mirip orang senyum itu dibuat pipih pada bagian sam­ping.

Caranya dengan menambah cover lampu dengan fiber sesuai ukuran yang diinginkan Bowo. Jika ditengok memang sedikit jadi rada gembung dan lebar, lampu depan seolah mendem. Tapi, ini ada maksudnya, "Agar sirip pada tameng samping depan terlihat menonjol. Bagian ini dibikin dengan dua lubang agar lebih atraktif. Secara fungsi, memang cuma buat aksen di bodi," yakin modifikator dari Jl. Mayjend Sutoyo No. 1, Purworejo.

Asyiknya, Bowo juga menambahkan corong angin pada bagian bawah lampu depan. Bentuknya dibuat sesuai aksen lampu yang lancip, makannya pada bagian sebelah luar juga dibuat lancip.

Lanjut ke tema yang mengacu pada racing look, tampilan setang tentu saja harus sesuai konsep. Bagian ini diolah manis, caranya dengan aplikasi setang merek One R. Bentuknya memang sudah memiliki ciri yang sesuai konsep. Kokoh dengan model jepit dan segitiga yang besar. Setang dipasang dulu baru kemudian lanjut bikin bagian cover.

Untuk ubahan lampu belakang, nuansa ala racing diterjemahkan lewat bentuk lampu stop lancip. Caranya juga sama dengan ubahan lampu depan, dikamuflase dengan fiberglass. Makannya sekarang bentuknya menjadi lebih manis, pipih namun tetap fungsional.




Finishing akhir, modifikator yang gemar tampil necis ini memilih kelir kebanggan Yamaha. Apalagi Bowo juga tahu, kalau 2011 ini merupakan perayaan  50 tahun kiprah Yamaha di MotoGP.

Kombinasi yang dipilih untuk urusan  kelir memang bagus. Detailing merah dan sapuan sedikit hitam memberikan gradasi juga membuat warna jadi kuat.
 (motorplus-online.com) 
DATA MODIFIKASI
Ban depan: FDR XT 80/80-14
Ban belakang: FDR XT 80/90-14
Pelek: Ride It
Sok belakang: YSS
Sok depan: Variasi
Setang: One R
Cat: Lessonal
UM:             0813-9207-9555      
Penulis : Andika | Teks Editor : Nurfil | Foto : Andika

waroengkopikoe
08.20.00 | 2 komentar | Read More

Bali Banget !!

Written By pijar mentariku on Sabtu, 26 November 2011 | 07.25.00


YAMAHAMIO 2005 (DENPASAR)


Bali, khususnya Denpasar dan sekitarnya memang terkenal kotanya matik. Karena itu angka penjualan skubek di daerah ini selalu tinggi. Untuk urusan modifikasi terbukti ada satu aliran yang selalu banyak penggemarnya di sini. Yaitu aliran audio.   

Sejak awal tren modifikasi skubek,  pemasangan perlengkapan audio sangat menjamur di Bali. "Karena itu ubahan atau modifikasi banyak yang pakai audio, meskipun bengkel saya bukanlah spesialis audio," kata I Wayan Gintaro dari rumah modifikasi GPS, Badung, Bali.


"Pemasangan audio tadi menjadi lebih gampang di skubek karena punya ruang lumayan lega, khususnya di atas dek," tambah Wayan. 

Silakan diihat di Mio ini, sub woofer berukuran 8 inci lengkap dengan sejumlah tweeter pendamping pas terpasang.
 Layar LCD dan head unit pas nemplok di setang. Jika dipakai berkendara memang sedikit mengganggu posisi kaki, tapi atas nama modifikasi, hal tadi dikalahkan. 

Biar sedikti beda, lampu depan diganti punya Yamaha Xeon, sehingga banyak yang salah mengira identitas motor ini. Apalagi dengan bodi yang sudah full custom.
DATA MODIFIKASI
Ban: FDR 120/60-14
Pelek: Custom 3,5 x 14 inci
Sok belakang: YSS
Bodi: Custom
Head unit: Accelera
Monitor: Centro
GPS:             0819-1666-6995       (motorplus-online.com)
Penulis : Nurfil | Teks Editor : Nurfil | Foto : Ade

waroengkopikoe
07.25.00 | 0 komentar | Read More

Low Rider Batik Jogja

Written By pijar mentariku on Sabtu, 05 November 2011 | 13.15.00


Yamaha MIOSPORTY 2009 (JAKARTA)



Widi Jatmoko, pemilik Yamaha Mio Sporty ini memang rada nyentrik. Di saat banyak sepeda fixie bermunculan adopsi warna candy atau pastel, warga Jl. Otista Raya, Jakarta Timur justru memilik corak batik yang merupakan indentitas orang Indonesia. Hidup Indonesia! Merdeka!



Corak batik khas Jogja bermotif Parang Kusumo dan Kestarian itu, digambar pakai pen airbrush oleh Donny Ariyanto, punggawa Studio Motor Custom Bike, pada sasis fixie PCO Airblade berikut peleknya yang lebar 4,5 cm.

Cuma berhubung sepeda sering dibawa kemana-mana, dia juga pengin skubek bisa bawa sepedanya dan digambar aliran yang sama. "Cuma agar temanya sesuai, Mio lebih dulu dirombak aliran low-rider. Lalu dipasang anhang di sebelah kanan,L ucap builder dari Jl. Veteran Raya, Bintaro, Jakarta Selatan.

Ubahan dapat dilihat dari pemasang­an batok lampu Scoopy di tebeng depan yang didesain menyatu dengan spatbor. Lalu peredam kejut depan merek One Racing, langsung terhubung ke setang model scrambler variasi berikut perniknya.

Biar kelihatan kokoh, Donny juga ikut menambahkan bodi di bagian rangka tengah pakai fiberglass yang bagian teng­ahnya sudah diberi tulang dari pipa besi terlebih dahulu. Penambahan ini digarap sampai buritan yang bentuknya buntung dan lebih kaku ikuti desain lampu dan rem belakang.

Kelihatan buntung karena mesin berikut CVT dan ban belakang Swallow 160/60-14 dipasang undur-undur 15 cm. Lalu monosok Jupiter MX diterapkan di tengah setelah ditopang adaptor di tengah CVT.

"Untuk anhang, dibikin dari besi kotak yang pasang pada rangka tengah. Juga di rangka belakang dekat kipas mesin. Lalu dudukan sepeda merek Thule dipakai jadi pegangan besi anhang itu," imbuh pemenang ke-2 kelas low rider di ajang MOTOR Plus Skubek Contezt 2011.





Kemudian Mio kena airbrush motif batik dan warna yang sama yaitu oranye. "Untuk motif Parang Kusumo bisa dilihat pada bagian tebeng sampai ke buritan. Sedang motif Kesatrian tampak pada tebeng hingga cover tengah. Motif itu juga bias dilihat loh di fixie," tunjuk Donny tentunya dengan penuh kebanggaan. (motorplus-online.com) 



 DATA MODIFIKASI
Ban depan : Swallow 140/70
Ban belakang : Swallow 160/60-14
Pelek depan : Custom 4 inci
Pelek belakang : Custom 7 inci
Cat : Sikkens
 
Penulis : KR15 | Teks Editor : Nurfil | Foto : Indra GT
waroengkopikoe
13.15.00 | 0 komentar | Read More

Classic Street Road

Written By pijar mentariku on Jumat, 04 November 2011 | 09.49.00






YAMAHAMIO 2005 (Jakarta)






Satu lagi lahir virus atau tren yang dipastikan bakal banyak pengikutnya. Sebut saja namanya Classic Street Rod. Suatu gaya yang menjadi kembangan dari aliran hot rod yang diaplikasi pada sebuah skubek.

Virus ini disumbangkan oleh Shaflingga yang dalam hal ini berduet dengan modifikator Budi Big Rahmanto dari bengkel Big Modification di bilangan Pisangan, Jakarta Timur. Alasan yang mendasari ubahan ini cukup simpel, hanya ingin tampil tidak membosankan. Gitu, Bro!
"Sebab gaya classic itu kan abadi, sampai kapan pun akan disukai. Beda dengan asal bodi custom yang pasti disenangi sesaat saja. Sebagai contoh, bisa lirik Bodi Fino yang terbukti memang banyak penggemarnya," kata Agha, panggilan akrab si empunya Mio ini.


Langkah jitu dari karya ini adalah kepintaran menduetkan antara bodi Fino yang ramping dan banyak diaplikasi pengguna Mio dengan kaki-kaki besar. "Selain itu penggunaan bodi ini juga membuat kami lebih hemat waktu sebab hanya fokus di bagian lain," kata sarjana ekonomi yang kerja di bidang marketing pembiayaan kendaraan bermotor ini.

Depan menggunakan lebar 4 inci dan belakang 8 inci dengan diameter 14 inci. "Kami ingin bodi ramping ini ditopang ukuran kaki yang cukup besar karena itu sengaja dipesan pelek dengan telapak cukup lebar," lanjut ayah 4 anak ini.



Karena acuannya ke hot rod yang American style maka desain pelek menyesuaikan dengan apa yang digemari penganut aliran ini di negeri asalnya. Yaitu jari-jari rapat hingga 120 batang.

Tentu saja untuk itu perlu dibuatkan teromol khusus. Teromol ini dibuat dari meterial aluminium gelondongan yang kemudian dibubut. Panjang 15 cm dengan diameter 12 cm. Melalui komponen inilah, ke-120 batang jari-jari tadi dipasang sempurna pada lingkar roda.

Desain knalpot custom juga semakin menguatkan style yang dimaksud tadi. Model pipa saluran buang itu runcing dengan lapisan antipanas yang bolong-bolong memang asyik dilihat.

"Model ini meniru dari majalah Harley-Davidson. Ukuran tinggal sesuaikan sama bodi Mio yang imut," tambah warga Rawamangun, Jakarta Timur ini.

Skubek ini juga dibuat menjadi lebih ceper. "Hal itu supaya menimbulkan kesan kalau kaki yang dipakai sudah betul-betul besar," cerita Agha lagi.

Karena itu maka pada sistem suspensi juga dilakukan sedikit ubahan. "Sengaja dibikin rigid depan dan belakang sehingga nggak ada jarak main lagi. Untuk menghindari mentok antara bodi dan roda," bebernya lagi.

Agha dan Big enggak hanya fokus di bagian yang besar. Beberapa detail juga dibuat sempurna. Misalnya aja mesin yang dicat sewarna dengan bodi utama. Bahkan hingga head lamp dan dudukan spidometer.

"Aku puas meski harus menunggu sampai lima bulan lamanya. Style baru modif skubek sudah lahir," bangga Agha yang 39 tahun ini.
JOK KNOCK DOWN


Bukan karena egois maka jok motor ini hanya single seater alias buat joki only. "Hal itu karena dengan ubahan seperti ini memang sebaiknya enggak terlalu banyak bawa beban. Maklum suspensi rigid. Ngeri patah aja," kata Agha.

Tapi seandainya ada boncenger yang mau nebeng bisa lho. "Sebab kita membuat sistem knock down atau bongkar pasang untuk jok belakang itu," cuap Agha.

Penutup jok tadi didesain mengikuti kontur bodi motor. Sedangkan materia yang dipilih, tetap mengandalkan fiber.

Trik melekatkan ke bodi juga gampang. Hanya menggunakan perekat semacam double tape pada kedua bagian tadi baru kemudian disatukan.

Pada fiber penutup jok tadi juga dipasang busa kecil di bagian depan. Itu bertujuan sebagai sandaran kecil bagi joki saat riding. "Dengan adanya busa tadi maka pinggang bisa disandarkan," kata kelahiran 1970 ini lagi.

Enggak hanya pantat yang dibuat nyaman, handling juga diperlakukan sama. "Lebih sip pakai setang sepeda down hill. Pas dengan postur saya," kata pemilik bodi sedang ini.
DATA MODIFIKASI

Pelek depan : Custom 5 x 14 inci
Ban depan : Swallow 110/70-14
Pelek belakang : Custom 8 x 14 inci
Ban belakang : Shinko 150/70-14
Sok belakang : Jupiter MX 135 LC
Knalpot : Custom
Big Modification : 0856-8066-310

Penulis/Foto : Nurfil/Boyo

waroengkopikoe
09.49.00 | 0 komentar | Read More

Sayang, Gak Selesai

Written By pijar mentariku on Senin, 31 Oktober 2011 | 15.44.00


YAMAHAMIO 2008 (Sleman)


Enggak kebayang kalau Yamaha Mio garapan Napa Moto Design (NMD) tuntas dikerjakan saat turun jadi kontestan Yamaha Mofest Modification Contest 2, Region 1, Jogja. Mungkin aja konsep modifikasi yang diusung NMD akan sempurna.Temanya sih lumayan sip, Technology Meet Design.



"Modifikasi bodi dan teknologi mesin disatukan. Itu mau saya. Sayang, baru 80% selesainya nih motor. Mepet, Bro," bilang Rudy Prasetyo, pemilik dan modifikator NMD yang bermarkas di kawasan Cepit Baru, No. 451, Depok, Sleman, Jogja.

Wah, konsep sih boleh juga, tapi karya belum 100% selesai berarti modifikasi tinggal konsep aja. Padahal, lihat tangan dingin yang bukan karena banyak megang es NMD sangat tinggi di kualitas pengerjannya. "Banyak komponen seperti variasi umum, tapi kami bikin sendiri," ungkap Rudy yang lama di Amrik ngambil S2 Manajemen.



Tengok satu per satu bagian handmade NMD. Cover bodi yang dikelir lidah api enggak lagi pakai fiber. Pelat galvanis jadi material dasar yang dibentuk untuk jadi cover bodi Mio. "Susah ngetok dan ngatur ulang galvanis supaya jadi cover yang mirip dengan aslinya," bilang Rudy.

Di sini kelemahannya. Bodi dibiarkan telanjang alias seperti kerjaan yang belum rampung. Seandainya diselesaikan tuntas, pasti ngomongin rancangan cover bodi aja sudah panjang. Paling konsep tekukan supaya jadi mirip cover bodi asli.




Bagian detail diusahakan sempurna. Seandainya enggak ada sekrup atau braket yang cocok, NMD sanggup bikin sendiri. Artinya, hasil modifikasi siap dikerjakan manual, tanpa nunggu barang jadi.

Lihat aja deh, bagian yang telanjang dan kurang resik kayak di rumah komstir dan teromol, ditutup barang yang dibuat langsung NMD. "Makanya banyak yang nganggap modifikasiku mahal, padahal hitungannya sih wajar karena kan dibuat sesuai order," bilang Rudy yang juga sering bolak-balik Jakarta untuk jadi konsultan.

Nah, konsep desain ditemukan lewat teknologi kelihatan jelas menggunakan dua CDI. Dua pengatur pengapian ini ditaruh di sisi bodi. "Di sini teknologinya. CDI mengatur waktu pengapian yang bisa ditentukan si pemakai motor ini. Bukan cuma pajangan lho, CDI berfungsi," ucap Rudy yang juga sudah membore up Mio jadi 180 cc.

Konsepnya boleh tuh. Sayang, belum selesai dikerjakan hingga tampak masih belum sempurna.
DATA MODIFIKASI

Ban depan : Michellin 120/60-14
Ban belakang : Swallow 150/60-14
Pelek depan : 3,00 x 14
 
Pelek belakang : 6,5 inci (pelek mobil)
 
Sok depan : Gazi

Penulis/Foto : Niko/GT

waroengkopikoe

15.44.00 | 0 komentar | Read More

Masih Bertahan

Written By pijar mentariku on Senin, 17 Oktober 2011 | 16.53.00


YAMAHAMIO 2009 (Tangerang)



Bengkel Diemaz Motor (DM) di Karawaci Tangerang ngotot ingin menunjukkan bahwa aliran low rider masih ada. "Banyak yang bilang kalau di 2010 low rider bakal mampus. Tapi gue gak percaya. Buktinya masih menarik kok dan masih banyak hal yang bisa kita olah," kata Diemaz Erlangga si juragan bengkel.
Silakan lihat Mio Sporty yang diberi baju Soul ini. Diemaz mencoba optimal dengan ubahan yang dilakukan. "Coba sesuatu yang baru dengan membuat perbedaan pada ukuran pelek antara depan dan belakang," kata ayah dua anak ini.


Perbedaan itu pada roda depan pakai lingkar 13 inci sedang belakang 14 inci sebagaimana biasanya skubek. Keduanya merupakan pelek custom dari mobil.
"Gue sengaja bikin depan yang ukurannya kecil supaya lebih ceper," tambah warga Jl. Baja Raya No. 89, Perumnas II, Karawaci, Tangerang ini.

Selama ini banyak yang mengakali turunnya bodi depan dengan mengcustom sokbreker. "Tapi gue nggak mau melakukannya sebab bisa merusak kenyamanan berkendara. Sering lho yang hasilnya sok menjadi keras," tambahnya.

Untuk lebar telapak roda, dirasa cukup dengan membuat kesan padat di depan. Pada bagian ini pelek 13 inci tadi dibuat dengan lebar 5 inci. "Cukup lebar untuk depan dan ini agar memberikan efek penuh di bagian ini," cerita sarjana komunikasi ini.

Harapan ini selaras dengan penggantian bodi dari Mio Sporty ke Soul yang memang berkesan lebih gemuk. Malah supaya image yang dikejar tadi semakin terwujud dilakukan penambahan pemasangan visor di cover depan. "Itu punya Ninja 250R. Taunya cocok dengan bentuk bodi standar Soul seperti ini," tambah pria berambut pendek ini.


Tambah sip lagi dengan aplikasi sepatbor custom buatannya. "Dengan begini berhasil nunjukin bahwa style ini masih belum mati kok di 2010. Kalau mati beneran, bisa gak ngebul nih dapur," ungkapnya jujur.

PEMANASAN GLOBAL
Rupanya Diemaz cukup peduli dengan isu-isu global yang tengah ramai diperbincangkan. Dulu dia pernah membuat tema Go Green di Vario. Sekang untuk Mio ini maka diambil tema Global Warming. "Untuk motif airbrush ide memang bisa dari mana saja, coba isu lingkungan," katanya pede.

Untuk pengerjaan cat, diam-diam doi mempunyai ahli cat yang handal. Jadi tidak perlu lempar ke bengkel lain. Sementara cat yang dipakai menggunakan merek Silver Gloss dengan jenis orange candy.

"Itu memang merek yang belum terlalu terkenal. Tapi terbukti kalau hasilnya bagus. Kebetulan juga pabriknya support buat bengkel modif seperti kita," tambah Diemaz.

Kelir oranye juga dipilih untuk warna jok. Biar gak ada tabrakan warna jadi pilih yang senada. Model jahitan juga dibuat dengan bentuk kotak-kotak sehingga berkesan mewah.

DATA MODIFIKASI

Pelek depan : Custom 5 x 13 inci
Ban depan : Deli Tire 130/60-13
Pelek belakang : Custom 7 x 14 inci
Ban belakang : Deli Tire 150/60-14
Setang : Custom
Saklar panel : New Vega R
Cat : Silver Gloss
DM : 0856-1400-800

Penulis/Foto : Nurfil/Yudi
16.53.00 | 0 komentar | Read More