Di mana ada demand di situ ada suplai. Seperti itulah yang terjadi pada kawasan Bisnis di wilayah Hotel Indonesia. Beberapa pihak memanfaatkan lahan untuk penitipan motor. | Selama musim penghujan, motor kumuh sudah biasa. Namun bukan berarti kita tidak peduli terhadap kebersihan motor yang dipakai harian. Semakin lama menahan untuk tidak dicuci alias dibersihkan, kotoran yang menempel bahkan bisa membuat bagian tertentu berkarat. | Penghargaan Gold winner di kategori The Best of Special Interst Tabloid 2013 untuk Motorplus dan di berikan langsung oleh Elwin Siregar selaku Director Group of Magazine kepada Sapta N. pangestu selaku Graphic Designer tabloid Motorplus. Dan majalah Bikers mendapatkan Silver winner sebagai The Best of Special Interest Local Magazine 2013 dan diterima langsung oleh Ullie Gumilar selaku Redaktur Desain Grafis. Acara simbolis ini dilakukan di Gedung Kompas Gramedia Group of Magazine di jalan panjang 8A, dikarenakan tidak semua perwakilan redaksi bisa hadir di Manado memenuhi undangan Serikat Perusahaan Pers (SPS) selaku penyelenggara IPMA 2013. |Jika sebelumnya, setelah lolos ujian praktik SIM, pemohon keluar lapangan untuk segera ujian praktik. Kini, dengan adanya Simulator SIM, pemohon hanya perlu ujian secara virtual. TIdak perlu berpanas-panas.|Motor bukan saja sebagai alat transportasi. Tapi sudah menjadi bagian produksi pemiliknya. Sehingga digunakan untuk mengangkut barang. Tidak heran di beberapa lokasi kita sering melihat pengendara membawa barang yang overload alias berlebih. | Setelah sebelumnya Poltabes Surabaya, Jawa Timur, kini Polda Metro Jaya memberlakukan SIM D untuk difabel. Layanan khusus ini diberikan Satpas SIM Daan Mogot dalam bentuk ruang khusus pelayanan bagi pengendara penyandang cacat.

Share This Blog

Bookmark and Share Bookmark and Share

Hit Counter

Counter Powered by  RedCounter Submit Your Site To The Web's top 50 search engines for free! Yuk.Ngeblog.web.id warung kopiku

Search Engine Optimization and SEO Tools
Lirik Lagu Indonesia Terbaru

Search Engine Optimization

Parent Link

counter
counter

Blogup

Advertise


Pusat Download Gratis

Masukkan Code ini K1-E17866-3
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

CIMB Indonesia

Arsip Blog

Online Visitor

Page View

Tampilkan postingan dengan label Yamaha Nouvo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yamaha Nouvo. Tampilkan semua postingan

Kejar Fashion Advance

Written By pijar mentariku on Minggu, 21 Oktober 2012 | 13.50.00


YAMAHANOUVO 2002, JAKARTA



Ahmad Zaelani fokus modif Yamaha Nouvo lansiran 2002 miliknya ini buat ikut kontes modifikasi. Terutama buat tarung di kelas fashion advance. Maka itu, beberapa jurus dikeluarkannya.

Wah, kenapa di Skubek Contezt 2012 gak muncul, cuy! “Waktu itu, ‘lele’ ini belum sepenuhnya jadi. Makanya enggak ikut,” sebuat pria yang tinggal di Condet, Jakarta Timur itu. Owhhh...


Nouvo model seperti ini memang tren disebut Nouvo lele. Mungkin karena headlamp-nya yang menyerupai mulut lele yang lebar. Nah, buat tarung di kontes, Ahmad membekalinya lewat ubahan dibagian pengereman.

Alasannya sih, agar lebih safety. Padahal, doi pun jarang bejek habis grip gas sampai sentuh kecepatan penuh tuh! Hmmmm...

Buat rem depan, pria 30 tahun ini aplikasi model dobel cakram. Cara pemasangannya dibuat lebih simpel. “Beli dua tabung sok variasi buat Nouvo. Jadi, yang dipakai bagian kanan semua. Bagian kiri nganggur,” sebut Ahmad yang proses pengerjaannya dibantu Dodot Paint Concept (DPC) di Jl. Raya Condet No. 14, RT 01/ 02, Bale Kambang, Jakarta Timur.

Bermodal tabung sok itu, bagian kaliper kanan tetap pakai milik Nouvo. Tapi, buat sebelah kiri, aplikasi milik Honda Vario. Dipilih punya Vario, karena kaliper dan cakram skubek Honda itu memang berada di kiri. Jadi, gak perlu ubah jalur lagi. Paling hanya beli atau bikin braket buat pegangan kaliper saja



Tak ubahnya rem depan, peranti cieet buat buritan juga dibikin dobel. Malah, diameter cakramnya dibuat beda. “Kalau sisi kanan pakai punya Nouvo. Tapi, buat cakram kiri pakai punya Ninja 150,” sebut Ahmad yang juga dibantu Rahmat Hidayat dari workshop Sepele Kale di Condet, Jakarta Timur.

Buat proses pemasangannya, kita bedah satu persatu ya. Mulai dari sisi cakram kanan. Buat pasang disc Nouvo ini, sisi luar teromol pelek kudu dipapas sekitar 3 mm. Setelah itu, dibikin lubang buat pegangan cakram dan pelek.

Sedang di sisi kiri, sedikit lebih sulit. Ahmad kudu membolongi lubang di palang pelek buat dudukan cakram. Karena pakai pelek Nouvo Z, ada 5 palang yang dilubangi buat pasang cakram.

Setelah dilubangi, jarak antara cakram dan pelek juga diganjal bushing dengan panjang 4 cm. “Lewat bushing ini, posisi kaliper pun bisa ditarik lebih keluar,” aku Ahmad.

Sebagai finishing, pria ramah ini menutup lewat permainan cat dan variasi. Buat kelir kinclong seperti pelek dan behel, ada teknik khusus. Part dipoles atau dikrom lebih dulu, setelah itu dicat pakai tipe candy. Semoga menang!.  (motorplus-online.com)


Penulis : Eka | Teks Editor : KR15 | Foto : Yudi


waroengkopikoe
13.50.00 | 0 komentar | Read More

Tidak Bisa Mati

Written By pijar mentariku on Minggu, 17 Juni 2012 | 14.50.00


YAMAHANOUVO 2006 JAKARTA






Pelek di sepuh tembaga
Tangki bensin baru

Lampu belakang serba HD

Aliran low rider mencapai puncak kejayaannya sekitar 3 tahun lalu. Memasuki 2011 banyak yang beranggapan bahwa gaya modifikasi seperti ini sudah mati. Indikasi itu bisa diintip dari jumlah peserta contetzt yang terjun di kelas ini. Tapi, bagi Antonius Chandra, low rider tidak bisa mati begitu saja. Dengan inovasi, tema ini masih akan tetap menarik dan akan selalu berkelas. 

Lihat saja pada Nouvo karya Ton's Chrome (TC) ini. "Jika sekadar memundurkan sumbu roda memang sudah basi, tapi dibuat tampil beda dengan beberapa inovasi, hasilnya seperti ini," kata Anton yang menyabet juara 1 di kelas low rider pada event tahunan MOTOR Plus Skubek Contezt 2011 lalu.
 

Sesuai konsep low rider, roda belakang pasti dibuat lebih mundur. "Cukup 10 cm, pelek belakang sengaja dibuat dengan ukuran ekstra lebar supaya sesuai bodi Nouvo yang besar," lanjut pria asal Palembang ini. Pelek belakang pakai ukuran 8 x 14 inci.

Langkah berikutnya terlihat kejelian Anton. "Biasanya orang berhenti sampai situ. Pelek lebar dan mundur. Padahal jika begitu aja, motor akan terlihat aneh sebab mesin tetap terlihat kecil jadi kurang harmonis dilihat," cuapnya panjang-lebar.

Karena menyadari efek mesin yang menjadi jomplang tadi, dibuatlah trik dengan membuatkan cover untuk kipas. Posisinya ada di sebalah kanan. Dengan bentuk seperti ini, mesin seolah jadi lebih besar mengimbangi bodi.
 

Hal lain yang bisa dibilang jadi inovasi adalah adanya semacam tabung di atas rumah CVT. "Itulah tangki bensin sekarang. Ada beberapa manfaat dari pembuatan tangki seperti itu," tunjuk pemilik bengkel di Jl. Ciputat Raya No. 20A, Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
 

Pertama dengan tangki diluar seperti itu, enggak bakal ribet lagi saat mengisi bensin. "Sebab dengan bentuk jok seperti ini, agak susah saat mengisi bensin. Kalau begini, kan jadi lebih enak," ujar pria yang ahli dalam lapis verneckel ini.
 

Penampung bensin tadi bisa juga menjadi variasi tambahan yang menarik. "Karena itu bentuk dan finishing memang harus bagus karena jelas dan langsung terlihat," tambah Anton lagi.
 
 
Aslinya tabung yang dipakai adalah tabung pemadam api. "Dicustom posisi lubang untuk bensin, terakhir baru dikrom biar lebh mengilap," tutup Anton yang juga memperhatikan jalur slang bensin agar tetap rapi. 
 

Masih ada memang!
 (motorplus-online.com)


Dek dari pelat mengikuti lekukan body
Bodi Campuran

Selama ini Anton selalu menggunakan pelat. Kali ini mulai sedikit ditinggalkan. "Saya coba mengombinasikan dengan fiber juga," buka modifikator gondrong itu.

Pelat galvanis digunakan untuk membuat sepatbor. "Kalau untuk ini wajib hukumnya pelat karena lebih kokoh, kalau pun nabrak enggak bakap pecah," cuapnya sambil bilang kalau supaya lebih aman.

Begitu juga dengan bodi belakang. "Sebenarnya saya memang lebih sip dengan pelat, bisa ngebentuk bodi lebih sesuai selera," cerita penyuka ayam ini.
 

Bagian lain yang dibuat dari pelat adalah dek lengkap dengan bodi kit. "Desain mengikuti bodi atas, besar dan memanjang," tegas Anton.
 

Sementara yang dibuat dari fiber hanya bodi bagian depan. "Biar lebih gampang memasang lampu variasi Scoopy ini. Selain itu juga, tentu agar bobot total motor jadi tidak terlalu berat," cerita pria ramah ini.
Data Modifikasi
Ban depan : Swallow 140/60-14
Ban belakang : Swallow 180/60-14
Pelek depan : Custom 4x14 inci
Pelek belakang : Custom 8x14 inci
Setang : Custom
Stop lamp : H-D
TC : (021) 7392471
Penulis : Nurfil | Teks Editor : Nurfil | Foto : GT

waroengkopikoe
14.50.00 | 0 komentar | Read More

Big Skubek Bertangki Sport

Written By pijar mentariku on Rabu, 02 Mei 2012 | 18.54.00


YamahaNouvo, 2002 (Jakarta)



Tutup tangki ala motor sport
Yamaha Nouvo lansiran 2002 milik Alex ini jadi wujud obsesinya punya big skubek. Yap, skubek berdimensi dan ber-cc besar layaknya Honda DNA atau Suzuki Brugman. Tapi, syaratnya kudu ada tangki layaknya pacuan sport!

“Kepingin aja punya motor seperti itu. Malah tadinya ingin pakai Yamaha Mio buat basis modif. Tapi, akhirnya pilih Nouvo,” sebut pria yang hanya ingin dikenal sebagai Alex saja.

Buat wujudkan asa, Alex pun langsung kontak ke Rudi Gunawan yang juragan workshop modifikasi Berkat Motor. “Dalam perjalanan modif Nouvo ini, banyak terjadi perubahan konsep. Karena dari Alex sendiri ingin ada penambahan desain,” kata Rudi.

Tetapi, seperti konsep awal yang sudah disepakati, big skubek ini kudu aplikasi tangki di tengah. “Tangki pakai punya Suzuki GSX-R400. Tapi, bentuknya dicustom lagi biar sesuai bodi depan dan belakang,” bilang modifikator senior itu dari workshopnya di Jl. Ciledug Raya, No. 1, Kreo, Ciledug, Tangerang.
Shock Breker belakang After market

Meski pakai tangki layaknya sport, tapi Rudi tak perlu membuat rangka tengah sebagai dudukan wadah bahan bakar itu. Agar terpasang sempurna, cukup dibuatkan dudukan dari pelat besi tebal 2 mm di sasis belakang komstir.

Sedang buat pegangan tangki belakang, dari pelat besi tebal 4 mm. “Dibuat kanan-kiri di setiap ujungnya. Jadi lebih kokoh. Karena titik berat tangki lebih banyak di belakang,” aku ayah dua anak itu.

Kelar tangki terpasang, selanjutnya tinggal sesuaikan bodi keseluruhan. Cover depan pakai Yamaha Nouvo Z. Begitu juga bodi belakang. “Tapi, karena motor lebih panjang, bodi disambung dari dua bodi Nouvo Z,” tutup Rudi yang ramah. 
(motorplus-online.com)







 
DATA MODIFIKASI
Ban depan : Deli Tire 140/70-14
Ban belakang : Deli Tire 140/70-14
Sok depan : Suzuki GSX 400
Master rem : Kawasaki ER-6n
Berkat Motor : (021) 935-17093
Penulis : Eka | Teks Editor : Nurfil | Foto : Yudi

waroengkopikoe
18.54.00 | 0 komentar | Read More

Paduan Speedway dan Board Tracker

Written By pijar mentariku on Jumat, 20 April 2012 | 18.48.00


YAMAHA Nouvo, 2003 (Jakarta)




Suka pacuan bergaya board tracker dan speedway, bikin Arthur Wullur modif abis Yamaha Nouvo miliknya. “Ini versi kecilnya deh,” ungkap modifikator yang punya workshop berlabel Violetta Rumble Team (VRT) Modified.Nouvo yang bergenre skubek, kini berganti layaknya pacuan sport. Tapi soal engine, tetap matik. Rangka, semua dibuat ulang. 

Setidaknya, ada dua ukuran pipa yang dipakai. Center bone, pakai pipa seamless 2 inci. Sedang untuk bagian tangki dan jok, pria berambut panjang ini pilih pipa baja diameter 30mm.

Konsep simpel juga diaplikasi di Nouvo lansiran 2003 ini. Maka itu, peranti seperti CDI, kiprok dan bendik starter disembunyikan di tangki sisi kiri. Jadi, tangki yang dibuat dari pelat besi 0,8mm ini hanya berfungsi sebagai wadah BBM di sisi kanan aja.
 

“Motor ini juga didedikasikan untuk putri saya. Yaitu, Violetta Evrosina,” pesan Arthur   
(motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Ban depan : IRC 70/90-14
Ban belakang : IRC 80/90-14
Setang : Uno (MTB)
Karburator : Keihin PE 24
VRT Modified : (021) 995-34907
Penulis : Eka | Teks Editor : Nurfil | Foto : Yudi


waroengkopikoe
18.48.00 | 0 komentar | Read More

Yamaha Nouvo Mutilasi, Jadi Lele Dumbo

Written By pijar mentariku on Rabu, 25 Januari 2012 | 11.29.00


YamahaNouvo, 2003 (Palembang)


Yamaha Nouvo 2003 dikenal dengan sebutan Nouvo lele. Karena tampang depannya persis ikan yang dalam bahasa latinnya disebut clarias. Di tangan Achmad Fadly dari Dhanny Custom (DC), Palembang, Sumatera Selatan berubah jadi lele dumbo.

Kok bisa disebut lele dumbo? Lele dumbo kan jenis lele ternakan yang asalnya dari Afrika. Dibanding lele asli Indonesia, lele dumbo lebih mudah besar.

Nouvo lele digarap DC Motor mendadak gede. Depan-belakang sudah dikasih pakan Mio Soul dan Honda Tiger Revo. “Sistem mutilasi. Dipotong dan disambung. Bukan bikin bodi baru dari fiber,” ungkap Dani Firmansyah, pentolan DC Motor di Jl. Radial, Palembang.
 


Proses modifikasi ala mutilasi ini pastinya ribet. “Kayak bagian depan pakai Mio Soul, tapi dashboard masih pakai punya Nouvo. Demikian juga cover kanan-kiri sampai buntut yang asli Nouvo disambung punya pakai punya Tiger Revo,” ulas Dani yang sudah buka rumah modif sejak tiga tahun lalu itu.

Dua bagian yang disambung paling sulit di bagian depan. Bodi Soul digabung dashboard Nouvo. Dirancang ulang supaya sambungannya mantap. “Bodi Soul dan Nouvo ada yang dipotong. Biar pas, juga tidak goyang waktu dipasang,” bilang brother 25 tahun itu.

Berbeda dengan buntut sampai bagian yang menggembung. Diambil dari bodi Tiger Revo. Cover samping aslinya Nouvo disambung langsung dengan bagian bodi Tiger Revo. 

Biar sambungan kuat, bagian depan milik Mio Soul dengan bodi samping kanan-kiri Nouvo dipakai solder. Solder dipakai untuk  melelehkan bagian pinggir untuk sambungan. Sewaktu panas jadi lengket dan merekat antar bodi. Setelah itu baru dikasih fiber supaya sambungannya enggak kelihatan.
 

“Sebenarnya biaya modifikasi seperti ini murah, tapi butuh waktu lama dibanding bikin bodi baru. Sayang, tingkat kesulitannya gak kelihatan karena sudah ditutup fiber,” sebut Dani yang asli Bandung.

Alhasil, Nouvo lele dumbo garapan DC Motor dapat peringkat III lelas low rider atau hot rod di Yamaha Cuzztomatic 4, Region 2, Palembang.  (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan: Swallow 140/50-14
Ban belakang: Swallow 160/50-14
Pelek: 14 inci custom dari Honda Jazz
Sokbreker: YSS

DC Motor:             0898-0828-181     
Penulis : Niko | Teks Editor : Nurfil | Foto : GT
waroengkopikoe
11.29.00 | 0 komentar | Read More

Jawara CUZZTOMATIC Palembang

Written By pijar mentariku on Minggu, 11 Desember 2011 | 17.29.00



Yamaha
NOUVO 2005
 (PRABUMULIH)


Ini dia The Best Region 2, Yamaha Cuzztomatic 4, Palembang. Yamaha Nouvo milik H. Fredy Roman ini juga meraih Juara 1 Automatic X-Treme MEFRIK. Mengusung konsep matik down hill yang memang seperti sepeda down hill. Ubahan dengan gaya ini pastinya menyulitkan untuk senter. 

Masalah menempatkan posisi mesin supaya pas memang sulit di motor yang sudah kena rombakan total. Rangka dan kondomnya aja sudah berubah total. Sudah enggak ada lagi ciri skubek di Nouvo milik Fredy ini.
 

Apa yang dialami Fredy tentu juga dialami modifikator lain yang bikin modifikasi berat sampai bikin rangka baru. Apalagi, secara dimensi ubahan yang dilakukan Fredy sangat langsing. Artinya, posisi engine mounting sangat terbatas penempatannya di rangka utama.  
 

“Swing arm menyatu dengan rangka utama. Posisi mesin dan CVT dijepit lengan ayun. Bagaimana caranya supaya posisi mesin dan CVT di tengah, ini yang sempat bikin pusing,” cerita Fredy yang tinggal di Jl. Alipatan, Prabumulih, Sumatera Selatan.
 

Lihat sendiri deh di foto bagaimana mesin sejajar dengan CVT. Posisi mesin pun enggak lagi horisontal, sudah hampir di posisi vertikal. Artinya, seandainya posisi mesin enggak senter akan bermasalah pas dipakai riding.
 


“Engine mouting dicoba beberapa kali di beberapa tempat. Pasang-lepas berulang kali. Kalau belum senter, terasa banget bantingannya waktu dipakai,” urai Fredy yang juga pemilik rumah modifikasi Ti-je Modified WCC, Prabumulih. 

Setelah pemasangan beberapa kali, ketahuan posisi ideal engine mounting. Pegangan mesin ditanam mendekati tiang jok. Mouting juga ditanam di kanan-kiri rangka bagian bawah supaya tetap kuat dan mengurangi getaran.
 

Pipa Kotak Dan Pelat
Rangka baru di Nouvo milik Fredy ubahan total. Sudah enggak ada lagi sisa sasis yang bawaan motor. Rangka memanfaatkan pipa kotak dan pelat. Pipa kotak dengan ketebalan yang enggak diingat lagi.
 

Sasis menyatu dengan lengan ayun. Jadi, Nouvo Freddy benar-benar mirip sepeda. “Bahan sasis dibungkus pelat setebal 3mm. Dibentuk sendiri,” urai Fredy yang murah senyum setelah masuk Grandfinal Yamaha Cuzztomatic 4, Bandung.
 

Seandainya tanpa dibungkus pelat, rangka dari pipa kotak pasti kurang kelihatan sip. Benar-benar kayak sepeda BMX. Dengan dibungkus pelat, Nouvo Fredy jadi tampak enak dilihat.
 

Finishing dan kelir pun dikerjakan dengan rapi. Selamat! 
 (motorplus-online.com)
 DATA MODIFIKASI
Ban: Maxxis 1,40 x 16 
Sok: Upside down mini trail 
Sok belakang: Barros 
Carkam: Nissin
Ti-je Modified WCC :             0813-6999-1234       
Penulis : Niko | Teks Editor : Nurfil | Foto : GT


waroeng kopikoe
17.29.00 | 0 komentar | Read More

Peduli Hujaukan Bumi

Written By pijar mentariku on Senin, 14 November 2011 | 16.26.00




YamahaNouvo 2003 (JAKARTA)


Turun di kelas fashion standar, Yamaha Nouvo 2003 milik Liauw Fresna Joya, memang terlihat tampil paling mentereng. Selain pemasangan variasi bolt on yang seirama dengan kaidah MEFRIK. Di soal pemilihan grafis, juga punya tema jelas. Sehingga arah modifikasi jadi jelas.  

Kalau biasanya grafis pada besutan custom skubek berupa tarikan garis dan sebatas permainan warna. Bila mengamati grafis pada Nouvo lele ini kelihatan berbeda. “Saya sengaja tampil beda dengan tema kampanye go green,” ujar pria tinggal di bilangan Sunter, Jakarta Utara.

Yup... memang, terlihat Liauw Fresna coba kampanyekan hijau untuk bumi lewat media besutannya. “Dengan modifikasi pada grafis Nouvo ini setidaknya saya ikut peduli agar bumi lebih hijau. Kalau bukan kita sebagai mahluk bumi yang peduli, siapa lagi,” tambahnya. 

Grafis andalan pada Nouvo ini merupakan perpaduan antara kelir dasar putih dan grafis hijau yang sudah dipadu dengan unsur gradasi. Pada bagian bodi belakang terlihat gambar planet bumi yang di kelilingi grafis berbentuk daun.

Paduan warna  bodi yang digarap airbrusher Andri Design ini juga menampilkan grafis yang menarik. Selain warna solid juga dipadukan dengan warna anodized pada beberapa detail bodi. Bisa dilihat pada desain di cover aki dan bagian sayap Nouvo juga dibikin serupa mengandalkan kelir anodized  grafis daun.

Kulit pelapis jok juga dibuat kompak dengan warna bodi, mengandalkan potongan bahan semi kulit dengan warna hijau, hijau tua, putih dan hitam yang di jahit model vertikal untuk alas bokong Nouvo. "Biar kompak dengan bodi, jok ikut diolah," lanjut Liauw Frasna. 

Sektor kaki-kaki tak luput dari modifikasi, pemasangan part bolt-on dengan warna meyesuikan bodi. Seperti pelek aluminium hijau anodized berpadu dengan susupensi depan dan cover CVT yang juga dikelir hijau anodized. 
 (motorplus-online.com)


DATA MODIFIKASI
Ban depan: Swallow 50/90/17
Ban belakang: Swallow 60/90/17
Pelek: DBS 140/17
Cakram: Variasi
Begay's Motor:                                     021-30892989           





Penulis : Belo | Teks Editor : Nurfil | Foto : Indra GT

waroengkopikoe
16.26.00 | 0 komentar | Read More

Yamaha Nouvo Extreme

Written By pijar mentariku on Minggu, 06 November 2011 | 14.43.00



Yamaha
 
NOUVO-Z 2006



Hampir seluruh pengunjung yang hadir meyaksikan pentas MOTOR Plus Skubek Contezt di acara Tumplek Blek Otobursa 2011, Sabtu-Ming­gu lalu dibuat penasaran. Apa lagi kalau bukan sama besutan salah satu conteztan yang dipajang.

Itu karena Yamaha Nouvo Z 2006 milik Antanius Chandra yang turun di kelas extreme ini indentitasnya sudah hilang total. Malah sudah berubah bentuk jadi klasik berjenis Roundtank yang diproduksi sekitar era 1937-an.

Maklum sudah jadi tradisi bengkel Ton's Chrome bila turun di event gawean MOTOR Plus dan Majalah BIKERS selalu menampilakan ubahan berbeda juga deng­an ide segar. "Tahun ini coba tampilkan tema klasik," jelas builder gondrong yang buka bengkel di Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Untuk mengerjakan praktis hanya bagian mesin Nouvo Z yang dipakai. Sisanya custom sendiri mengandalkan rangka dari pipa seamles diameter 32 mm dan tebal 3 mm. "Model rangka dibuat simpel mengikuti besutan lawas seperti DKW Union atau BSA Bantam 125 cc," lanjutnya.

Diakui oleh Anton memang sengaja menghilangkan identitas mesin yang dipakai. Sesuai temanya, makanya seluruh bagian CVT dan mesin dibungkus pelat besi. "Modelnya dibuat membulat supaya tidak kaku," urai builder berambut lurus.
Paling unik ide untuk menyiasati bagian mesin biar silinder terlihat jadi tegak. Mengandalkan barang copotan dari blok dan silinder head milik Vespa yang disusun di atas crankcase tengah Nouvo. "Mesin dan silinder head tambahan enggak aktif kok, cuma pemanis saja," lanjut juragan krom ini.

Sedang areal roda, keduanya dipilih pelek dengan diameter 21 inci. Aplikasi dari pelek depan Suzuki TS, tapi biar terlihat makin sip, batang jari-jari dibuat lebih kekar, mengandalkan besi bulat dengan diameter 6 mm. "Ini yang bikin motor kelihatan jangkung dan kurus layaknya motor klasik," urai Anton yang mengandalkan teromol depan milik Suzuki TS.

Aplikasi roda ring 21 inci membutuhkan ubahan radikal pada CVT. Crankcase CVT terpaksa harus dibikin lebih panjang lagi. Tentunya agar belakang roda enggak mentok. "CVT ditambah daging sekitar 10 cm," jelas builder asal Palembang, Sumatera Selatan ini.
 (motorplus-online.com) 
 DATA MODIFIKASI
Setang : Ton's Chrome
Teromol belakang : Yamaha Mio
Tangki : Ton's Chrome
Knalpot : Ton's Chrome
Ton's Chrome :              021-7392471 
Penulis : Belo | Teks Editor : Nurfil | Foto : Indra GT

waroengkopikoe
14.43.00 | 0 komentar | Read More

Negro Punya Gaya

Written By pijar mentariku on Rabu, 26 Oktober 2011 | 12.52.00


YAMAHANOUVO 2002 (Cimahi)


Meski asli putra Sunda, Geri Turgardyana berselara layaknya kaum imigran Afrika di Amerika sana. Modifikasinya serba besar, panjang dan blink-blink. Tapi kalau Negro di mobil, Geri cukup di skubek. Hasilnya sudah pasti menggoda mata.

Proyeknya kali ini adalah sebuah Yamaha Nouvo generasi pertama. "Karena obsesinya ingin Nouvo terlihat panjang, makanya sistem rangka yang pertama dikerjakan. Tidak cukup jika hanya menggunakan sistem undur-undur," kata Geri di awal pembicaraan.

Ubahan rangka itu khususnya pada frame depan. Persisnya di bagian dek. "Kami menggunakan pelat setebal 5 mm dengan ketinggian sekitar 5 cm," tambahnya. Panjangnya penambahan di sektor ini mencapai 15 cm.


Untuk bagian ini Geri sangat memperhatikan kekuatannya. Sebab rangka pasti sangat berpengaruh dengan safety dan handling. Untunglah juragan Motor Pop ini memiliki peralatan yang lengkap di bengkel yang berlokasi di Jl. Sriwijaya VII, No. 10, Cimahi, Bandung ini.

Setelah rangka depan menjadi molor, baru deh dibuat sistem suspensi roda belakang. Pastinya mesin, CVT dan sumbu roda belakang menjadi jauh lebih mundur dibanding ketika kondisi masih standar."Kalau untuk bagian ini kami gunakan pipa kotak yang panjangnya 30 cm," tambah pria berambut tebal ini.

Pada roda belakang, Geri tetap mempertahankan sistem rem teromol. Tapi, ada sedikit perbedaan. "Tetap pakai teromol aslinya tapi tidak di dalam pelek, dengan begitu teromol yang menempel dengan CVT terlihat seperti semacam spacer. Padahal bukan, lho" tambah alumni Politeknik Manufaktur Bandung ini.


Dengan teknik seperti ini, antara roda belakang dan depan masih lurus. Dia ogah menggunakan sistem disc brake. "Sebab kami memang akan menonjolkan peleknya, kalau pakai piringan nantinya malah jadi terlihat aneh," tambah penyuka Batagor ini.

Memang pelek adalah hal lain yang mendapat pengaruh begitu besar dari komunitas kulit hitam. "Dengan meniru pelek mobil, kami buat bentuk palang yang unik. Pastinya dengan seperti ini tidak akan duanya. Beda dan lain soal kalau hanya sekadar lebar," bangganya bercerita penuh semangat.

Memang pelek lebar dengan palang custom seperti ini masih jarang. "Untuk bagian tengah pelek yang menjadi model utama itu tebalnya 8 mm dengan bentuk bulat-bulat," cuap pria yang berduet dengan temannya, Alfa Regia dalam menjalankan bisinis bengkel modifikasi ini.

Tapi, dengan model bulat saja dirasa masih kurang. Wilayah pelek ini tambah terlihat unik dengan pemasangan spinner di kedua rodanya. Spinner adalah bagian tambahan pada roda yang bisa berputar tanpa terpengaruh putaran roda. Jadi, saat motor diam pun tetap bisa berputar jika digerakan. Oh ya, ini juga variasi tambahan kegemaran para Negro.

Setelah kelar urusan kaki-kaki, barulah Geri dipusingkan dengan masalah bodi. "Sebenarnya masih ingin mempertahankan bentuk standar. Tapi karena rangka sudah lumayan banyak berubah tadi, makanya perlu bodi baru," bebernya panjang kali lebar.

Head lamp cukup dipilih model kecil. "Biar permainan bodi fiber jadi lebih leluasa," tambahnya tentang model baru yang yang pakai bahan fiberglass ini. Sementara untuk head lamp menggunaka cabutan dari Suzuki Shogun. Sedang untuk stop lamp diambil dari Honda Mega Pro.

Tambah sip lagi dengan cat berefek glitter. Blink-blink, brada!
SUSPENSI UDARA

Tidak hanya melulu ngurusin rangka dan bodi. Geri juga ikutan mencustom sokbreker. Baik di depan maupun belakang. Semuanya dibikin tampil beda. "Kami buat sistem suspensi udara yang bisa naik-turun," celoteh Geri.

Bahasa kerennya sih air suspension. Ini juga virus yang berkembang di komunitas mobil. Untuk membuat ini, soknya harus dibuat ulang. "Karena udara tidak mempunyai viskositas seperti oli maka di dalam tabung sok itu harus dibuat sil-sil yang benar-benar sempurna," tambahnya. Jika sedikit saja ada kebocoran yang bisa dilewati udara maka proses naik turunnya jadi tidak akan sempurna.

Untuk suplai udara ke sok diperlukan sumbernya. "Kita buatkan semacam kompresor yang otomatis akan mengisi udara saat mesin dinyalakan," kata pria yang memang punya postur besar ini.

Tabung ini diletakkan di bawah bagasi jok. "Tapi karena ada kompresor ini, maka bagasi sekarang sudah lenyap. Jadi, cukup bawa tas aja kalau mau gaul," kekehnya. Naik-turun ini bisa hingga jarak 15 cm.

DATA MODIFIKASI

Pelek depan : Custom 4x14 inci
Ban depan : Mizzle 80/80-14
Pelek belakang : Custom 6 x 14 inci
Ban belakang : Deli Tire 140/60-14
Sok : Custom
Bodi : Custom
Stop lamp : Honda Mega Pro
Motor Pop : 0815-7257-3777

Penulis/Foto : Nurfil/Boyo
 

waroengkopikoe
12.52.00 | 0 komentar | Read More